Page Header

Home Search Mail RSS


VALIDASI METODE PENGUJIAN SENYAWA 1,8-SINEOL DALAM MINYAK ATSIRI MELALUI STUDI KOLABORASI ANTAR LABORATORIUM

Tina Rosmalina, Een Sri Endah, Yohanes Susanto Ridwan

Abstract


1,8-Sineol merupakan suatu senyawa terpenoid yang banyak dikandung pada minyak atsiri serta berbagai rempah-rempah. Senyawa 1,8-Sineol memiliki karakteristik segar dan aroma menyengat juga rasa tajam yang memiliki bioaktifitas yang banyak manfaatnya, yaitu penurunan aktivitas lokomotor (antikejang), anti-kanker dan anti-tumor, antifungi, antiinflamasi, antioksidan, sebagai insektisida atau repelan, dan dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi metode penetapan kadar senyawa 1,8-Sineol menggunakan kromatografi gas yang dilengkapi dengan detektor nyala (FID) melalui studi kolaborasi antar laboratorium. Validasi metode meliputi uji linieritas, nilai perolehan kembali, presisi, akurasi, konfirmasi identitas, dan estimasi ketidakpastian pengukuran. Kandungan Sineol ditetapkan dengan GC-FID menggunakan kolom HP-5 (30 m x 0,32 mm i.d, 0,25 µm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang diusulkan memenuhi persyaratan kesesuaian sistem dengan kurva kalibrasi memberikan hasil yang linier dalam rentang konsentrasi 1 – 20 µg/mL dengan koefisien korelasi 0,999. Uji presisi dari minyak atsiri untuk 1,8-Sineol diperoleh 1,81% dan rata-rata nilai uji perolehan kembali dalam rentang 89,77-106,10 %. Uji metode dilakukan juga dengan studi kolaborasi melibatkan tiga laboratorium dengan hasil seluruhnya linier. Dengan demikian, metode yang diusulkan dapat digunakan untuk menetapkan kandungan 1,8-Sineol dalam minyak atsiri.


Keywords


1,8-Sineol, GC-FID, studi kolaborasi, validasi metode

Full Text:

PDF

References


Aboul-Enein, Y., Eldeen, E., & Etman, M. (2012). Validation of Rapid Gas Chromatographic Method for Determination of Seven Volatile Compounds in a Urinary Tract Antiseptic Soft Gelatin Capsules. Gazi University Journal of Science, 25(3), 623-629.

Apel, M. A., Rodrigues, R. A., Soares, L. A. L., & Henriques, A. T. (2017). Quantification of the components in commercial essential oil of Eucalyptus Globulus Labil by gas chromatography-GC-FID and GC-MS. Drug Analytical Research, 1(2), 9-14.

AOAC Official Methods of Analysis. (2016). Guidelines for standard method performance requirements appendix F, p. 9.

Arbain, D. (1999). Hutan tropis indonesia, dari sumber daya alam tradisional ke sumber daya ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi : studi kasus hutan sumatra. Prosiding Seminar Nasional Kimia, Jurusan Kimia FMIPA –ITS, Surabaya.

Alfian, Z., Taufik, M., Marpaung, H., Sibarani, I.J. (2018). Analysis of Composition and Sineol Determination of Eucalyptus Oil (Eucalyptus Robusta) from PT. Toba Pulp Lestari Used Gc-Ms Method. International Journal of Applied Chemistry, 14(3).

Blumenthal, E., & Complete German Commission. (1998). Monographs: therapeutic guide to herbal medicines. Austin: The American Botanical Council.

Cahyono, R. (2017). Simplisia Apa yang Mengandung Minyak Atsiri

Retrieved from

https://www.dictio.id/t/simplisia-apa-yang-mengandung-minyak-atsiri/13045/2 (di akses 8 April).

Compton, S.V., and Stout, P. (1991). Application of headspace GC/FT-IR: analysis of flavor oils. Application note F T S 7, Bio-Rad, Cambridge, M. A.

Geremia, B. (1955). Rassengna internazionale di clinica e therapie. Urban and Fisher Co., Verlag, Germany. 35, 577-592.

Gordon, B.M.M., Uhrig, S., Borgerding, M.F., Chung, H.L., Coleman, W.M.III., ... and White, E.L. (1988). Analysis of flue-cured tobacco essential oil by hyphenated analytical techniques. J. Chromatogr. Sci. 26:174-80.

Helfiansah, R., & Sastrohamidjojo, H. (2012). Isolasi, identifikasi dan pemurnian senyawa 1, 8 sineol minyak kayu putih (Malaleuca leucadendron). ASEAN Journal of Systems Engineering, 1(1).

Irvan, P.B.M., & Sasmitra, J. (2015). Ekstraksi 1,8-cineole dari minyak daun eucalyptus urophylla dengan metode soxhletasi. Jurnal Teknik Kimia Usu. 4(3), 53-57.

Jantan, I., Ahmad, F., & Ahmad, A.S. (2004). Constituents of the rhizome and seed oils of greater galangal alpinia galangan (L) willd. From Malaysia. Journal of Essential Oil Research, 16(3): 174-176.

Ketaren, Ir. S. (1985). Pengantar teknologi minyak atsiri. Jakarta. PN Balai Pustaka.

Kirana, G. (2016). Bioaktifitas senyawa 1,8-sineol pada minyak atsiri. Surakarta. Seminar Nasional Pendidikan dan Saintek 2016 (ISSN: 2557-533X).

Kumar, P., Mishra, S., Malik, A., Satya, S. (2012). Compositional analysis and insecticidal activity of Eucalyptus globulus (family: Myrtaceae) essential oil against housefly (Musca domestica). Acta Trop. 122(2):212–218.

Magnusson, B., and Örnemark, U (eds.) (2014). Eurachem guide: The fitness for purpose

of analytical methods – alaboratory guide to method validation and related topics. (2nd ed.). ISBN 978-91-87461-59-0. Available from www.eurachem.org.”.

Margret, W. (1999). Die wichtigsten arzeneipflanzen von A-Z in phytotherapie. Urban and Fisher Co., Germany.

Munari, F.G., Dugo., and Cotroneo, A. (1990). Automated on-line HPLC-HR GC with gradient elution and multiple GC transfer applied to the characterization of citrus essential oils. HRC & CC, 13: 56-51.

Muyassaroh, M. (2016). Distillasi daun kayu putih dengan variasi tekanan operasi dan kekeringan bahan untuk mengoptimalkan kadar sineol dalam minyak kayu putih. Jurnal Teknik Kimia, 10(2).

Nazeh, M. Al-Abd., Zurainee, M.N., Marzida, M., Fadzly, A., Mohammed, S.H., dan Mustafa, K. (2015). Antioxidant, antibacterial activity, and pyhtochemical characterization of Melaluca cajuputi extract. BMC Complementary and Alternatice Medicine, 15(385): 1-13.

Sari, D.K., dan Edy, C. (2016). Isolasi 1,8-sineol dari minyak kayu putih dan uji aktivitasnya




DOI: http://dx.doi.org/10.31153/js.v22i1.766

Refbacks

  • There are currently no refbacks.