Page Header

Home Search Mail RSS


PENGEMBANGAN STANDAR BIODIESEL B20 MENDUKUNG IMPLEMENTASI DIVERSIFIKASI ENERGI NASIONAL

Ari Wibowo, Hermawan Febriansyah, Suminto Suminto

Abstract


Pemerintah Indonesia mendukung penciptaan dan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan, melalui Peraturan Pemerintah No. 1/2006 yang didalamnya diatur mengenai pengadaan dan penggunaan biodiesel yang
merupakan Kebijakan nasional di bidang energi nasional terkait biodiesel. Melalui Peraturan Menteri ESDM No.12 Tahun 2015, kebijakan mandatory biodiesel dipercepat menjadi B-20 tahun 2016 hingga B-30 mulai tahun
2020. Program mandatory biodiesel diharapkan dapat meningkatkan konsumsi minyak kelapa sawit di dalam negeri, memangkas impor bahan bakar, dan mengatasi defisit transaksi berjalan. Standar Nasional Indonesia
(SNI) merupakan salah satu alat untuk meningkatkan mutu, efisiensi produksi, memperlancar transaksi perdagangan, mewujudkan persaingan usaha yang sehat dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui parameter utama dalam spesifikasi mutu biodiesel B20, menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling meliputi pengumpulan data, analisis data, interprestasi data, dan dirumuskan menjadi suatu kesimpulan yang mengacu pada analisis data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku biodiesel yang digunakan di Indonesia saat ini adalah kelapa sawit, syarat mutu biodiesel B20 mempunyai 19 parameter utama (Angka Setana, Massa Jenis, Viskositas, Kandungan Sulfur, Temperatur Distilasi, Titik Nyala, Titik Tuang, Residu Karbon, Kandungan Air, Kandungan Biodiesel, Korosi Bilah Tembaga,
Kandungan Abu, Kandungan Sedimen, Bilangan Asam Kuat, Bilangan Asam Total, Visual, Warna, Lubricity, Kestabilan Oksidasi) yang menggunakan metode uji standar ASTM dan standar EN.


Keywords


biodiesel, B20, Standar Nasional Indonesia, minyak kelapa sawit

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31153/js.v21i1.736

Refbacks

  • There are currently no refbacks.