Page Header

Home Search Mail RSS


STANDARDISASI INDUSTRI NASIONAL KAPAL DI INDONESIA

Bendjamin Benny Louhenapessy, Hermawan Febriansyah

Abstract


Kapal ikan dan perintis yang berlayar di Indonesia belum memenuhi standardisasi kapal untuk setiap lokasi pelayaran. Pemerintah Indonesia belum menjadikan skala prioritas untuk menyiapkan standardisasi kapal ikan dan kapal perintis yang akan digunakan. Sebagai implikasinya pemerintah di dalam melakukan tender pengadaan kapal ikan dan perintis, belum mengacu kepada Standar Nasional Indonesia dan Standar Internasional namunĀ  pengadaan kapal atau tender mengacu pada kondisi kapal yang telah digunakan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan pengembangan standar kapal ikan dan perintis mendukung program pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan data kajian pustaka, data primer dengan menggunakan kuesioner, survei dan wawancara di lapangan dan Focus Group Discussion. Survei dilakukan hanya di wilayah Jawa Timur dengan jumlah 7 responden. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Standar National Indonesia yang tersedia sejumlah 25 Standar Nasional Indonesia dan 89 (delapan puluh sembilan) standar internasional terdiri atas 43 standar International Organisation for Standardization (ISO) dan 46 standar International Maritime Organization (IMO). Pengembangan standar untuk 9 (sembilan) komponen kapal yang meliputi steel plate, cabling; electrode, gas; main switch board, air condition; paint, deck machineries; dan piping and out fittings.

Keywords


fishing boats, sailing pioneer, standardization, ship components

Full Text:

PDF

References


Ali Syaban. (2005). Teknik Analisis Data Penelitian. Jakarta Timur: Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Kongres Maritim Indonesia. (2016). Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia. Surabaya.

Pemerintah Indonesia. (2014). Undang-undang Nomor 20 Tahun 2014, tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian. Jakarta: Lembaran Negara Nomor 216 Tahun 2014.

Pemerintah Indonesia (2014); PP 102 tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional. Jakarta; Lembaran Negara Nomor 1999 Tahun 2000.

Manusia dan Lingkungan Maritim di Sulawesi Selatan.

http://www.academia.edu/6190245/manusia_dan_lingkungan_maritim_di_sulawesi_selatan diakses pada 17 Maret 2016

Menko Kemaritiman Lepas Ekspedisi Widya Nusantara dan Ekspedisi Sabang. (2015).

http://www.emaritim.com/2015/05/menko-kemaritiman-lepas-ekspedisi-widya.html diakses pada 17 Maret 2016

Perlu Gagasan Baru untuk Selesaikan Masalah Maritim Indonesia

http://www.umy.ac.id/perlu-gagasan-baru-untuk-selesaikan-masalah-maritim-indonesia.html diakses pada 2 Maret 2016

Prospek Industri Galangan Kapal Di Indonesia

http://www.iperindo.org/prospek-industri-galangan-kapal-di-indonesia/ diakses pada 18 Maret 2016

Sekilas International Maritime Organization (IMO). (2015).

http://jurnalmaritim.com/2015/11/sekilas-international-maritime-organizatiom-imo/ diakses pada 13 Desember 2016

Sistem Informasi Standar Nasional Indonesia. (2016).

http://sisni.bsn.go.id diakses pada 10 Maret 2016

Standar Catalogue: Ship Design. (2016).

http://www.iso.org/iso/iso_catalogue/catalogue_tc/catalogue_tc_browse.htm?commid=45868 diakses pada 18 Maret 2016




DOI: http://dx.doi.org/10.31153/js.v19i1.405

Refbacks

  • There are currently no refbacks.